Ini adalah perjalanan ku pemuju papua. Berangkat pukul 10.30, dengan lion, dan transit di bandar udara hasanudin jam 1 pagi

Kemudian bertolak kembali menuju papua – tepatnya ke jayapura……….

ini dia gambarnya

di jayapura, saya tinggal beberapa hari+ menikmati waktu untuk bertemu dengan keluarga, sebelum akhirnya saya menuju manokwari dengan menggunakan Xpress Air… dimanokwari juga tinggal dan bertemu dengan keluarga….

Setelah itu saya melanjutkan perjalanan ke biak dengan mengunakan KM Ngapulu, di bagian ekonomi

wkwkwkwkwkwkk

trus ketemu dengan kaka-kaka dari manokwari yang kenal dengan k marion

Saya…belakangan ini semakin heran….hehehe…
kenapa Acara Gosip-gosip di seputaran artis itu sangat banyak yah…?
Saya coba bangun logika berpikir sebagai berikut.
–Kalo acara gosip banyak, berarti produsen berpikir bahwa segmen tersebut menjanjikan
–Kenapa menjanjikan ? karena punya rating yang bagus
–kenapa punya rating yang bagus ? karena banyak yang nonton..
–kenapa banyak yang nonton…? ngak tahu…(soalnnya saya ngak suka sih)

Padahal dalam banyak kasus, kita bisa melihat pertentangan antara 2 orang dalam masalah fakta …dan anehnya dua-duanya merasa benar…Padahal tidak ada kebenaran yang paradoks, artinya pasti ada yang bohong kan…?
udah tahu gitu, masih aja diikuti..buang-buang waktu aja…!!!!
Mending belajar menulis, membaca ato belajar programing, supaya pulang bisa bangun PAPUA…
Soalnya ilmu tentang pergosipan itu,tidak ada manfaatnya
( kecuali untuk production house yang uangnya semakin banyak)

berikut ini juga ada beberapa keanehan yang saya temui di sini (bandung) dan mungkin di tempat lain juga
BANYAK ORANG MERASA “GAUL” kalo:….
–tahu perkembangan dunia entertainment nasional maupun internasional
–Punya gaya yang stylish dan up to date
–Punya teman2 yang “GAUL” juga….
dll…..

trus say berpikir…sebenarnya Gaul tuh apa sih…?
kalo ngak gaul akibat terburuknya apa..?
apakan akan berpengaruh untuk masa depan kita?
apakah bisa membahayakan orang2 disekitar kita?
dll…..kalo teman2 punya saran, tolong bantu masukan juga disini yah….

sekedar informasi tambahan:
beberapa kali saya juga sempatkan diri untuk menonton…kemarin tuh kasusnya si DEWI PERSIK yang mengalami pencekalan karena aksi GOYANG GERGAJINYa…..
kalo disimpulkan itu sebagai berikut :
———————————-pro vs kontra—————————————–
ekspresikan dirimu sendiri..!!!! vs Menampilkan sensualitas
—————————————————————————————-
bagaimana pendapatmu……?????

Yah saya juga ingin memberikan uneg-uneg saya mengenai kota bandung…..say pun ngak ada maksud apa-apa, cuma ingin yang terbaik bagi rakyat …lain kali say akan masukan foto2 yang mendukung komentar saya dan juga beberapa saran berupa solusi untuk perbaikan kedepan ( jadi kritiknya membangun)

Entah sudah berapa lama,  trafick light yang mati dan blum diperbaiki hingga saat ini. Padahal itu sangat penting… [misalnya di jalan taman sari dan persimpangan rumah sakit hasan sadikin-sukajadi...]

Yang saya herankan, koq mereka (yang punya tanggung jawab thd ”lampu merah” itu ) nyantai-nyantai aja yah…padahal rusaknya sudah sebulan lebih — ( sangat disesalkan untuk kota selevel bandung )  kalo hal tersebut terjadi di papua, mungkin saya tidak terlalu kaget, karena emang fasilitas service dan sparepartnya harus didatangkan dari pulau jawa )

wajar kan kalo sopir2 angkot itu juga yang tiap hari ngumpul retribusi (1400 untuk 7x trayek—udah disurvey…he..he..he) mengharapkan pelayanan yang baik juga dalam penyediaan sarana dan prasarana yang baik……

masa cuma mau haknya aja dan tidak melaksanakan kewajiban…? malu dong…!!

saran saya, lampu merah2 tersebut harus diperbaiki  secepatnya. jika masih belum bisa harus diatur dong, jangan seenaknya naruh papan pembatas jalan…….kasihan kan pengguna jalannya

Yah meskipun saya tidak bisa bicara banyak kepada pemerintah secara langsung, setidaknya saya bisa bicara banyak disini dulu…hehehe….sekaliah belajar untuk menulis

selama ini saya sudah mempelajadi OOP, namun belum mendalam…setelah mengikuti mata kuliah pak ari di system engineer, baru saya menyadari bahwa hal tersebut merupakan satu hal yang sangat penting dan mendasar dalam dunia software……

begitu pun dalam modelingnnya…..UML memegang peranan yang sangat signifikan untuk dapat merepresentasikan keinginan client ke dalam software.

Use case diagram, class diagram dan sequence diagram ternyata memegang peranan yang sangat penting…dan perencanaan akan sangat penting jika kita mengikuti metode perancangan yang baik

kadang berpikir untuk sekedar membuat  program tanpa perencanaan dan saya sadari bahwa saya salah….

sekarang saya harus  banyak mengubah paradigma saya yang salah selama ini…

makasih pak ari untuk  penjelasannya selama ini dan berbagai aspek lainnya yang bisa saya pelajari (selain mempelajari SE)

Kata “bapak”, “bapa”, “ayah” diterjemahkan dari bahasa Ibrani ’ab (ayin-qames-bet). Kata ‘ab dalam bahasa Aram Abba. Sedangkan kata ‘ab itu sendiri memiiliki berbagai arti di samping bapak, yakni kakek, nenek moyang suku bangsa, pemula, pendiri suatu kelompok, dan sebagainya. Pada awalnya kata ‘ab hanya terdiri dari dua huruf konsonan “alef” dan “bet”. Huruf “alef” dalam piktograf Ibrani kuno adalah gambar kepala sapi jantan, yang melambangkan kekuatan. Sedangkan huruf “bet” adalah gambar denah ruangan tenda, yang bagi orang Ibrani kuno di antaranya mewakili ide rumah atau keluarga.

Gabungan dua huruf mati tersebut berarti “kekuatan keluarga”. Bapak adalah kekuatan keluarga.Sebagaimana tiang adalah kerangka untuk menyangga tenda, demikian halnya bapak adalah kekuatan yang menyangga keluarga. Jika tiang itu runtuh, maka runtuhlah tenda itu. Begitu pula, jika bapak tidak dapat memerankan fungsinya secara baik, maka runtuhlah keluarga itu. Itulah konsep orang Ibrani mengenai “bapak”. Pada zaman lampau , fungsi bapak sangat menonjol dalam beberapa hal. Dia sebagai pemimpin pasukan keluarga. Bapak sebagai penyedia keturunan untuk melanjutkan garis keluarga,sebagaimana Yakob sebagai Bapak Israel. Dia juga mengajar Firman Tuhankepada anggota keluarga dan menjadi
imam dalam keluarganya. Jadi fungsi bapak tidak hanya sebagai penopang kekuatan fisik dan keberlangsungan
keturunan secara jasmaniah, tapi juga sebagai pendukung kekuatan rohani keluarga.
Pada zaman Perjanjian Lama, kata “bapak” tidak hanya dikenakan kepada manusia. Nama YHWH (LAI: TUHAN)
disebut “Bapa” bagi umat Israel. Setidaknya beberapa ayat Alkitab menjelaskan hal ini: Mazmur 68:5(6),
Yesaya 63:16; 64:8, dan Ulangan 32:6. Bahkan, nabi Yesaya secara propetis juga menunjuk Tuhan Yesus disebut
orang “bapa yang kekal” (bdk. Yesaya 9:6 (5)). Pada zaman Perjanjian Baru Rasul Paulus menegaskan bahwa Allah
(terjemahan LAI) adalah “Bapa” bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (bdk. Roma 8:15 dan
Galatia 4:6).

Implikasi
Peran bapak dalam keluarga sangat penting. Dia adalah “kekuatan keluarga”. Bagi para suami, kita adalah penopang keluarga yang tidak hanya secara fisik-jasmani, tetapi juga secara rohani. Bagi para istri, biarkan suami memerankan fungsinya sebagai kekuatan keluarga, dan jika memerlukan, tolonglah dia sebagaimana peran istri sebagai penolong suami.
Bagi para kaum wanita muda yang belum menikah, pilih dan doakan calon pasangan hidup yang bisa melakukan perannya sebagai bapak. Bagi pria muda, bersiaplah sebagai bapak yang berfungsi sebagai “kekuatan keluarga”.

Peran bapak jasmani di dalam keluarga,dalam kenyataannya memang tidak sempurna. Manusia manakah yang ideal
atau sempurna? Tetapi, penghiburan besar telah dimiliki orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Oleh Roh Tuhan Yesus, kita, anak-anak Allah itu, memiliki Bapa yang sempurna, yaitu Allah. Jika Allah
adalah Bapa kita, maka “kekuatan keluarga” kita harus kita letakkan pada Allah.

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel dengan judul “Bapak” yang dimuat dalam Pelayanan via SMS “Gali Kata Alkitab” edisi ke-4, Rabu 26 Maret 2008 dari nomor 085294397157)

Dalam bahasa Ibrani nama “Yesus” dilafalkan “Yeshua”. Kata “Yeshua” itu berasal dari akar kata dengan penggabungan dua huruf Ibrani “shin” dan “ayin”. Orang Ibrani biasa berfikir kongkret, tidak seperti orang Yunani yang berpikir abstrak. Dua huruf tersebut dan semua huruf lain dalam tulisan Ibrani, pada awalnya suatu gambar yang kongkret untuk membawakan ide-ide tertentu. Satu gambar bisa membawakan beberapa ide. Huruf “shin” dalam piktograf (huruf gambar) Ibrani Kuno merupakan sebuah gambar dua gigi depan-atas yang dimiliki manusia. Gambar ini di antaranya membawakan ide “penghancur”, sebagaimana fungsi gigi pada manusia adalah untuk menghancurkan makanan sebelum ditelan.

Sedangkan huruf “ayin” pada awalnya adalah sebuah gambar mata, yang membawakan ide “melihat” atau “mengamati, memperhatikan secara seksama”, sebagaimana fungsi mata untuk melihat atau mengamati. Gabungan dua huruf “shin” dan “ayin” tersebut dapat berarti “penghancur mengamati”. Dengan demikian nama “Yesus” dari akar kata bahasa Ibrani yang ditinjau dari huruf-huruf Ibrani Kuno berarti “penghancur mengamati”.

Apa maksud “penghancur mengamati”? Ide di balik gambar-gambar yang dipakai dalam tulisan orang Ibrani Kuno berkembang dari pengamatan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan mereka dekat dengan pekerjaan gembala. Seorang gembala mengetahui sungguh-sungguh tugasnya, yaitu memberi makan dengan membawa hewan-hewan gembalaan ke padang rumput dan melindungi mereka dari serangan musuh. Sang gembala dengan seksama mengamati atau memperhatikan mereka. Dia mengawasi sekeliling wilayah di tempat hewan gembalaannya berada. Tujuannya, dia mencari tahu apakah ada binatang buas yang sedang mengancam hewan yang digembalakannya. Jika ada binatang pemangsa yang menyerang mereka, maka sang gembala akan mengejar, menghajar, dan melepaskan domba itu dari mulut, bahkan membunuh binatang buas itu. Daud pernah mengalami hal seperti ini ketika dia menjadi penggembala kambing domba (bdk. perkataan Daud di depan Saul dalam 1 Samuel 17:34-35).

Pernyataan Perjanjian Baru

Tuhan Yesus memiliki karakter seorang gembala yang digambarkan di atas. Ia memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya. Ia sendiri mengatakan dengan jelas dalam Yohanes 10:11-12.

11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; 12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Peran “penghancur” juga sangat jelas pada diri Tuhan Yesus. Dia tidak menghancurkan orang-orang Yahudi yang memusuhiNya. Dia juga tidak menghancurkan orang-orang yang tidak percaya kepadaNya. Peran Tuhan Yesus sebagai “penghancur” tidak lain hanyalah untuk menghancurkan iblis. Yohanes murid Tuhan Yesus member kesaksian, bahwa oleh darah Yesus, iblis dikalahkan (Wahyu 12:11).

Implikasi

Orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus, telah memiliki gembala yang baik. Tuhan Yesus terus-menerus “mengamati” dan membebaskan kita dari musuh, yaitu iblis. Bahkan, Dia telah bertindak sebagai “penghancur” terhadap musuh itu. Karena itu jangan cemas, jika kita sudah memiliki Yesus. Sebab, ada sang “penghancur” musuh yang “mengamati” kita.

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dengan judul “Gali Kata Alkitab” edisi 3, Rabu 19 Maret 2008 dari nomor 085294397157)

Haleluyah

Kata “haleluyah” biasanya orang menerjemahkan “puji TUHAN”. Rekan saya bercerita bahwa dirinya baru tahu tentang arti kata itu dari seseorang. Katanya, “Itu berarti puji TUHAN”. Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 1974 yang dicetak ulang ke-61 pada tahun lalu juga menerjemahkannya “puji TUHAN”. Apa sebenarnya arti kata itu?

Dalam tulisan aslinya, yaitu Ibrani, kata “haleluyah” terdiri dari dua kata: “halelu” dan “yah”. Kata “yah” menunjuk kepada YHWH atau TUHAN. Sedangkan kata “halelu” berasal dari akar kata yang terdiri dari dua huruf “he” dan “lamed”. Huruf “he” pada awalnya adalah gambar seorang laki-laki dengan tangan ke atas melihat ke arah suatu penglihatan yang menakjubkan. Sedangkan huruf “lamed” pada mulanya gambar sebuah tongkat gembala. Tongkat dipakai sang gembala untuk menggerakkan kawanan binatang ke suatu arah. Dengan demikian penggabungan dua huruf “he” dan “lamed” itu berarti “melihat ke arah”.

Apa maksudnya “melihat ke arah”? Orang-orang pada zaman kuno biasa melakukan perjalanan, sebagaimana orang-orang zaman sekarang. Pada masa sekarang ada kompas, tapi dahulu kompas belum ada. Mereka menggunakan bintang utara (karena letaknya di atas kutub utara) sebagai pemandu. Bintang itu berbeda dengan bintang yang lain. Bintang lain terus beredar karena rotasi bumi. Bintang utara terus berada di tempatnya dan menjadi titik pusat dari gerakan bintang-bintang yang lain. Karenanya, bintang itu bisa menjadi penentu arah bagi manusia.

Dengan demikian apa arti kata “haleluyah”? Uraian di atas menjelaskan bahwa kata “yah” menunjuk Yahweh atau TUHAN, dan kata “halelu” berarti “melihat ke arah”. Jadi arti kata “haleluyah” berarti “melihat ke arah TUHAN”.

Pengalaman Israel

Mazmur 106 mengisahkan TUHAN itu setia, sedangkan umat Israel seringkali tidak mau “melihat ke arah Tuhan” yang setia itu. Jika bangsa itu “melihat ke arah TUHAN”, maka mereka tidak akan berbuat dosa, sekalipun mengalami krisis yang berat. Dosa-dosa Israel yang dipaparkan dalam pasal itu mestinya tidak perlu terjadi: nafsu (ay 14), kecemburuan (ay 16-18), menolak negeri yang dijanjikan Allah (ay 24), bersungut-sungut (ay 32-33), dan menajiskan diri dengan berhala-berhala (ay 19-20, 36-39).

Tetapi karena bangsa itu “tidak melihat ke arah TUHAN”, maka pada saat menghadapi laut Teberau sementara tentara Firaun dekat di belakangnya, mereka takut dan berbuat dosa (Mz 106:6-7; bdk. Kel.14:10-12). Musa berbicara kepada mereka, supaya bangsa Israel melihat keselamatan dari TUHAN (bdk. Kel 14:13). Israel rupanya mendengar perkataan Musa. Penulis Ibrani memberi kesaksian bahwa karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering (Ibr. 11:29).

Implikasi

Makna kata “haleluyah” telah jelas, yakni “melihat ke arah TUHAN”. Pertanyaannya: apakah kita sebagai anak-anak Tuhan telah “melihat ke arahNya” dalam menyusuri perjalanan hidup kita? Sebagaimana jalan itu banyak persimpangan, demikian juga jalan hidup manusia. Jika kita tidak tahu arah, maka kita akan tersesat.

Penulis kitab Ibrani menasihati kita agar pandangan kita tertuju kepada Yesus. Sebab, Yesuslah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir (Ibrani 12:2, IBIS)

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dengan judul “Gali Kata Alkitab” edisi 2, Rabu 12 Maret 2008 dari nomor 085294397157)

El Shadday

Kata El Shadday merupakan gabungan dua kata “El” dan “Shadday”. Kata “El” berarti Allah dan juga bisa berarti kuat. Sedangkan kata “shadday” dalam bahasa Ibrani berasal dari sebuah akar kata yang terdiri dari dari huruf: “shin” dan “dalet” yang digabungkan. Huruf “shin” pada mulanya merupakan gambar dua gigi manusia bagian atas-depan. Gambar ini di antaranya menghadirkan gagasan atau ide “dua”, di samping beberapa ide yang lain.

Sedangkan huruf “dalet” pada awalnya merupakan sebuah gambar pintu tenda. Orang Ibrani kuno hidup nomaden, sehingga mereka tidak membangun rumah permanen, melainkan tenda sebagai tempat tinggal mereka. Pintu tenda terbuat dari selembar “tenunan” bulu kambing atau domba yang dipasang menggantung atau menjuntai di salah satu bagian tenda. Lembaran “tenunan” tersebut dikaitkan dengan sebatang kayu bulat untuk menggulung ke atas bila pintu itu dibuka dan melepaskan gulungan bila pintu itu ditutup. Karena itu, orang Ibrani dalam menggambarkan gagasan “menjuntai ke bawah” menggambarkannya dengan gambar pintu atau “dalet” tersebut.

Lalu apa gagasan yang mau disampaikan orang Ibrani kuno dengan menggabungkan dua huruf “shin” dan “dalet” tersebut? Masing-masing huruf gambar (piktograf) “shin” dan “dalet” sudah dijelaskan di atas, sehingga penggabungannya berarti “dua yang menjuntai ke bawah”. Sampai di sini kita yang hidup di abad ke-21 tentu belum mengetahui maksud orang Ibrani kuno tentang “dua yang menjuntai ke bawah” tersebut. Karena itu kita harus melihat budaya dan cara hidup orang Ibrani Kuno.

Orang Ibrani kuno memiliki lapangan pekerjaan di antaranya sebagai penggembala-peternak. Mereka memiliki kambing, domba atau binatang piaraan lainnya dan mereka menggembalakannya di padang rumput. Oleh karena pekerjaannya yang seperti itu, maka mereka terbiasa melihat binatang-binatang itu melahirkan dan menyusui anak-anaknya. Mereka melihat anak-anaknya bisa bertahan hidup, sehat, dan bertumbuh menjadi binatang piaraan dewasa, karena anak-anaknya itu menyusu induknya. Anak-anak binatang itu menyusu induknya dengan menghisap susu dari puting susu sang induk yang menjuntai ke bawah. Inilah maksud “dua yang menjuntai ke bawah itu”, yaitu “puting susu” kambing atau domba.

Dari keseluruhan penjelasan di atas kita menjadi tahu bahwa kata “El Shadday” ditinjau dari pemahaman orang Ibrani kuno berarti “Allah puting susu” atau “puting susu yang kuat atau dahsyat”. Sebagaimana kambing atau domba memberikan susu kepada anak-anaknya, sehingga anak-anaknya bertahan hidup, sehat, dan bertumbuh menjadi dewasa, demikian juga Allah memberikan penghidupan, kesehatan, dan pertumbuhan kepada kita anak-anakNya.

Kita, yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Oleh karenanya, kitapun pasti mendapat jaminan hidup, kehidupan, dan penghidupan dari Allah. Jika kambing domba sebagai binanatang saja memiliki naluri untuk menghidupi anak-anaknya, apalagi Allah kita yang memiliki kekuatan dan kuasa atas seluruh ciptaan ini. Jangan kawatir akan hidup kita, sebab Allah sumber hidup kita.

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dengan judul “Gali Kata” edisi 1, Rabu 5 Maret 2008 dari nomor 085294397157. Gali kata ini berbasis pada penggalian akar kata dalam piktograf atau huruf gambar Ibrani Kuno)

Calon Presiden Indonesia

Blog Stats

  • 460 hits

 

November 2009
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Tags